Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya memperkecil ketimpangan kualitas pendidikan antara anak dari keluarga prasejahtera dan keluarga yang lebih mampu. Namun, efektivitas program tersebut belum dapat dinilai karena pelaksanaannya di Sulsel masih terbilang baru.
Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan Abdul Malik Faisal mengatakan, salah satu hal yang ingin diukur melalui penyelenggaraan Sekolah Rakyat adalah jarak kualitas pendidikan antara kedua kelompok tersebut setelah sama-sama memperoleh akses pendidikan berkualitas. Pernyataan itu disampaikan di Makassar pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurut Abdul Malik, penilaian terhadap hasil pendidikan siswa Sekolah Rakyat membutuhkan waktu. Potensi dan hasil program baru dapat terlihat lebih jelas setelah siswa menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut. Dari sana, pemerintah dapat melihat sejauh mana kesenjangan kualitas pendidikan berhasil diperkecil.
Sekolah Rakyat Diharapkan Perkecil Kesenjangan Pendidikan
Dinas Sosial Sulsel berharap kualitas pendidikan anak dari keluarga kurang mampu pada akhirnya dapat mendekati kualitas pendidikan yang diperoleh anak dari keluarga mampu. Target minimalnya adalah mempersempit jarak kualitas antara kedua kelompok tersebut.
Abdul Malik juga menyoroti kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurut dia, Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar, tetapi kualitas sumber daya manusianya masih tertinggal dibandingkan negara-negara maju. Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang ingin dijawab melalui kehadiran Sekolah Rakyat.
Karena program masih berjalan, pemerintah daerah belum memberikan kesimpulan mengenai tingkat keberhasilan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan. Evaluasi terhadap dampaknya akan membutuhkan waktu hingga perkembangan dan hasil pendidikan para siswa dapat terlihat secara lebih utuh.(*)





















