Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memfokuskan penanganan kekeringan pertanian Sulsel dengan menyalurkan sekitar 300 unit pompa air dan membangun sekitar 100 titik sumur bor. Upaya ini dilakukan untuk menjaga pasokan air bagi tanaman padi di wilayah yang terdampak musim kemarau dan fenomena El Nino.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pemerintah telah membentuk Satuan Tugas pertanian melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun). Tim tersebut bekerja bersama dinas pertanian dari 24 kabupaten dan kota.
Penanganan kekeringan dilakukan secara serentak melalui pompanisasi di daerah yang terdampak. Langkah ini diarahkan untuk menyelamatkan tanaman padi yang masih memiliki potensi produksi agar tidak mengalami kerusakan lebih parah akibat kekurangan air.
Kekeringan Pertanian Sulsel Ditangani dengan Pompa dan Sumur Bor
Pelaksana Tugas Kepala Dinas TPHBun Sulsel Bustanul Arifin mengatakan tim di lapangan berkoordinasi dengan dinas pertanian kabupaten dan kota, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta petugas pengamatan organisme pengganggu tanaman. Koordinasi dilakukan untuk menentukan lokasi yang menjadi prioritas penanganan.
Metode penanganan disesuaikan dengan kondisi sumber air di setiap lokasi. Pompa air digunakan pada lahan yang masih memiliki sumber air. Sementara sumur bor dibangun di kawasan persawahan yang tidak memiliki aliran air di sekitarnya.
Pemprov Sulsel saat ini memfokuskan penyaluran kurang lebih 300 unit pompa air dan pembangunan sekitar 100 titik sumur bor di seluruh wilayah yang mengalami kekeringan. Intervensi tersebut diharapkan menjaga pasokan air pada lahan pertanian yang masih memiliki potensi produksi.
Perbaikan Irigasi Jangkau Sekitar 54 Ribu Hektare Sawah
Selain kekeringan, pemerintah menghadapi persoalan jaringan irigasi teknis yang belum berfungsi optimal di sejumlah kawasan. Gangguan jaringan dari bagian hulu dapat memengaruhi pasokan air hingga lahan persawahan di bagian hilir.
Untuk penanganan jangka pendek, pemerintah menggunakan pompa air dan sumur bor guna mengalirkan air ke lahan yang membutuhkan. Sementara untuk penanganan di bagian hulu, Pemprov Sulsel menjalankan pembangunan dan perbaikan irigasi melalui proyek tahun jamak atau multiyears project.
Program tersebut mencakup sekitar 39 daerah irigasi dan kurang lebih 54.000 hektare sawah di berbagai wilayah yang mengalami gangguan jaringan irigasi.
Di bagian hilir, tim melakukan intervensi langsung melalui bantuan pompa air dan pembangunan sumur bor pada titik yang membutuhkan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulsel menjaga tanaman padi tetap mendapatkan pasokan air selama menghadapi kekeringan.(*)



















