Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak 10.401 mahasiswa baru Universitas Hasanuddin (Unhas) berkreasi dan berinovasi untuk membangun kedaulatan pangan. Generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan sektor pertanian melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.
Amran yang juga menjabat Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin menyampaikan pesan tersebut dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unhas Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan.
Menurut Amran, membangun swasembada pangan membutuhkan peningkatan produksi, penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, serta generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Pertanian juga harus terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan.
Karena itu, mahasiswa didorong berani mempelajari hal baru, mengembangkan gagasan, serta menggunakan pengetahuan untuk menghasilkan solusi atas berbagai tantangan.
Kedaulatan Pangan Butuh Inovasi Generasi Muda
Amran menilai perubahan pola pikir menjadi salah satu modal penting untuk mendorong inovasi pertanian. Tantangan di sektor pangan membutuhkan generasi muda yang mampu melihat persoalan dari sudut pandang baru dan berani menguji gagasan menjadi solusi.
“Kalau kita mengubah mindset, kalian akan mengubah dunia. Kalau mau sukses, perlu mimpi besar. Tapi, mimpi besar saja tidak cukup. Harus berani melangkah, bekerja keras, dan terus berjuang,” kata Amran kepada mahasiswa baru Unhas.
Dalam bidang pertanian, keberanian tersebut dapat diterapkan melalui pengembangan teknologi, peningkatan produktivitas, pemanfaatan sumber daya secara efisien, serta inovasi untuk memperkuat ketahanan pangan. Amran meminta generasi muda menjadikan ilmu pengetahuan sebagai dasar dalam menghasilkan inovasi.
Mahasiswa Unhas Diminta Bangun Budaya Prestasi
Selain berbicara mengenai pangan, Amran mengapresiasi berbagai capaian Universitas Hasanuddin. Menurut dia, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
Ia juga mendorong mahasiswa baru membangun budaya prestasi dan meningkatkan kepercayaan diri. Para mahasiswa diminta tidak membatasi potensi mereka berdasarkan latar belakang daerah maupun kondisi sosial.
“Percaya pada diri sendiri. Kalian harus percaya bahwa kalian punya kemampuan. Kesuksesan tidak mengenal latar belakang, tetapi ada di tangan kalian,” ujarnya.
Amran mengingatkan bahwa mahasiswa yang mengikuti PKKMB telah melewati proses seleksi untuk menjadi bagian dari Unhas. Kesempatan tersebut, menurut dia, harus dijalani dengan sungguh-sungguh selama menempuh pendidikan. Ia juga meminta mahasiswa menjadikan kejujuran sebagai prinsip dalam pendidikan dan kehidupan profesional.(*)


















