Presiden Prabowo Subianto menyoroti kinerja BUMN yang mulai menunjukkan perbaikan setelah proses transformasi dan pembenahan perusahaan negara berjalan. Sejumlah BUMN mencatat pertumbuhan laba, sementara Krakatau Steel dan Kimia Farma yang sebelumnya merugi telah berbalik membukukan laba.
Prabowo menyampaikan perkembangan tersebut dalam pidato tahunan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Capaian itu sekaligus menjadi dasar apresiasi terhadap kinerja Danantara Indonesia dalam mendorong pembenahan BUMN.
BTN juga mencatat pertumbuhan 40,8 persen, sedangkan Bank Mandiri sebesar 24,3 persen. Periode pencatatan kinerja masing-masing perusahaan tidak seluruhnya sama, tetapi sumber menyebut arahnya menunjukkan tren positif.
Kinerja BUMN Mulai Membaik di Tengah Transformasi
Perbaikan tidak hanya terlihat dari pertumbuhan laba. Krakatau Steel dan Kimia Farma juga disebut berhasil melakukan turnaround setelah sebelumnya mencatat kerugian.
Pemerintah sendiri sedang menjalankan restrukturisasi besar terhadap perusahaan negara bersama Danantara. Kementerian Sekretariat Negara mencatat pemerintah telah menutup 290 BUMN dan menargetkan jumlah perusahaan negara menjadi paling banyak 300 pada akhir 2026. Pemerintah ingin mempertahankan perusahaan yang produktif dan mampu menciptakan nilai tambah.
Restrukturisasi tersebut juga diarahkan untuk menekan biaya operasional. Pemerintah menyebut penghematan biaya overhead telah melampaui Rp50 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi lebih dari Rp70 triliun pada akhir 2026.
DPR Apresiasi Pembenahan di Bawah Danantara
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade menilai perkembangan positif tersebut menunjukkan hasil kemitraan antara Komisi VI dan Danantara Aset Manajemen dalam membenahi perusahaan negara.
Salah satu langkah yang sedang dilakukan ialah streamlining atau perampingan jumlah BUMN. Proses ini ditujukan agar struktur perusahaan negara menjadi lebih efektif dan efisien. BUMN juga diarahkan kembali fokus pada bisnis inti dan mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai.
Pembenahan turut mencakup struktur, proses bisnis, biaya, serta optimalisasi aset agar kekayaan negara dapat memberikan hasil yang lebih produktif. Sinergi antar-BUMN juga diperkuat untuk membuka peluang efisiensi dan skala usaha yang lebih besar.
Reformasi BUMN Diminta Tetap Transparan
Pengamat Komunikasi Hendri Satrio menilai Danantara memiliki peran strategis dalam pembangunan Indonesia dan perbaikan perusahaan negara. Menurut dia, perubahan yang berlangsung mencakup fokus pada bisnis inti, efisiensi organisasi, disiplin operasional, optimalisasi aset, serta penguatan tata kelola.
Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo juga memandang reformasi BUMN sebagai langkah penting untuk meningkatkan produktivitas perusahaan negara. Namun, ia mengingatkan proses restrukturisasi harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan profesional agar memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian dan penerimaan negara.
Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD menegaskan BUMN merupakan milik rakyat dan harus dikelola untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Pemerintah juga menegaskan tidak akan menoleransi laporan keuangan BUMN yang tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.(*)




















