Sebanyak 235 pegawai Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Agustus 2026, menjadi bagian dari perluasan layanan CKG ke lingkungan perkantoran dengan aktivitas kerja tinggi.
Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis Bakom RI melibatkan Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, dan Puskesmas Kecamatan Gambir. Program menyasar tenaga profesional dan aparatur negara yang sehari-hari menghadapi ritme kerja serta tingkat stres tinggi.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala di tempat kerja. Deteksi dini diperlukan agar masalah kesehatan dapat diketahui sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Cek Kesehatan Gratis Bakom RI Diikuti 235 Pegawai
Kepala Sekretariat Bakom RI Kreestianawati merinci 235 peserta terdiri atas 157 tenaga profesional, 31 Aparatur Sipil Negara (ASN), dan 47 tenaga sosial. Berdasarkan jenis kelamin, peserta terdiri atas 168 laki-laki dan 67 perempuan.
Pemeriksaan mencakup pengukuran status gizi atau antropometri, tekanan darah, gula darah, kesehatan mata, telinga, gigi dan mulut, serta skrining tuberkulosis (TBC) dan penyakit kulit. Peserta perempuan juga mendapat akses pemeriksaan payudara oleh tenaga kesehatan atau SADANIS serta Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk deteksi dini kanker leher rahim.
Kreestianawati berharap pemeriksaan tersebut membuat pegawai memahami kondisi kesehatannya dan membangun kebiasaan melakukan pemeriksaan secara berkala setiap tahun. Kondisi kesehatan pegawai juga dinilai berkaitan dengan produktivitas di lingkungan kerja.
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menyambut pelaksanaan CKG di lingkungan lembaganya. Menurutnya, pekerjaan di bidang komunikasi pemerintah memiliki ritme harian yang padat, jam kerja panjang, dan mobilitas tinggi sehingga kesehatan pegawai perlu mendapat perhatian.
Bakom RI juga mendukung penguatan program CKG melalui produksi Iklan Layanan Masyarakat (ILM) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan. Program CKG merupakan salah satu prioritas Presiden dalam Asta Cita ke-4.
CKG Telah Menjangkau 73,8 Juta Penduduk
Hingga akhir Juli 2026, Kemenkes mencatat 73,8 juta penduduk telah memanfaatkan layanan CKG. Angka tersebut melanjutkan capaian sebanyak 70,3 juta peserta sepanjang 2025. Pemerintah menargetkan program CKG menjangkau 130 juta penduduk atau sekitar 46 persen populasi Indonesia pada akhir 2026.
Kemenkes masih menemukan sejumlah hambatan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Survei Kemenkes bersama Omnibus Nielsen pada Kuartal II 2026 menunjukkan masyarakat antara lain enggan mengikuti CKG karena takut mengetahui penyakit yang diderita, merasa masih sehat, serta mengalami keterbatasan waktu.
Data CKG juga menunjukkan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi mulai ditemukan pada kelompok usia produktif hingga anak-anak. Lebih dari 6 juta orang dewasa dan 693 ribu anak tercatat memiliki tekanan darah di atas normal. Kemenkes menilai temuan tersebut memperkuat pentingnya pergeseran pendekatan kesehatan dari mengobati ketika sakit menuju pencegahan dan deteksi lebih awal.
Peserta yang membutuhkan penanganan setelah menjalani CKG dapat memperoleh layanan lanjutan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di puskesmas. Hasil pemeriksaan juga terintegrasi secara digital dengan platform SATUSEHAT untuk mendukung pemantauan kondisi kesehatan peserta.
Perluasan CKG ke lingkungan kerja diharapkan mempermudah masyarakat usia produktif mengakses pemeriksaan kesehatan tanpa harus menunggu munculnya keluhan atau penyakit yang lebih berat.




















