Orang tua perlu mencermati komposisi susu anak sebelum menentukan produk nutrisi yang akan diberikan. Perhatian tidak seharusnya hanya tertuju pada kandungan tambahan yang tercantum di kemasan, tetapi juga pada bahan utama, urutan komposisi, sumber bahan, gula tambahan, proses produksi, serta kesesuaiannya dengan usia dan kondisi kesehatan anak.
Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia dan Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial FKUI-RSCM, menekankan pentingnya kebiasaan membaca label produk nutrisi anak. Pernyataan itu disampaikan dalam siaran pers peluncuran AceKid di Indonesia.
Menurut Rini, orang tua selama ini kerap memberi perhatian lebih pada kandungan tambahan seperti AHA, DHA, omega-3, dan omega-6. Padahal, komponen utama dalam suatu produk juga penting dipahami sebelum menentukan pilihan.
Komposisi Susu Anak Perlu Dibaca dari Urutan Bahan
Urutan bahan dalam label memberikan informasi penting mengenai komposisi sebuah produk. Bahan yang ditempatkan pada bagian awal umumnya merupakan komponen dengan jumlah paling besar. Karena itu, orang tua perlu melihat bahan dasar yang digunakan dan tidak hanya berpatokan pada vitamin, mineral, DHA, atau kandungan tambahan lainnya.
Hal lain yang perlu diperiksa meliputi kejelasan sumber bahan serta keberadaan gula atau pemanis tambahan. Dengan membaca komposisi secara menyeluruh, orang tua dapat menilai produk berdasarkan isinya dan tidak hanya mengandalkan klaim yang ditampilkan pada bagian depan kemasan.
Perhatikan sumber bahan dan proses produksi
Sumber bahan utama menjadi salah satu aspek yang perlu diketahui. Kejelasan dan keterlacakan sumber bahan dapat membantu konsumen memahami asal nutrisi yang digunakan dalam produk.
Proses produksi juga menjadi pertimbangan. Produk nutrisi anak perlu diproses dengan standar yang menjaga kualitas bahan baku, keamanan, dan konsistensi produk hingga sampai kepada konsumen.
Cermati gula atau pemanis tambahan
Orang tua juga disarankan memeriksa keberadaan gula tambahan maupun jenis pemanis tertentu. Sumber menyebut konsumsi gula berlebihan sejak dini dapat memengaruhi kebiasaan makan anak serta berkaitan dengan masalah seperti berat badan berlebih dan kesehatan gigi.
Nama bahan seperti sukrosa, sirup jagung, maltodekstrin, atau pemanis lainnya dapat ditemukan pada daftar komposisi jika digunakan dalam produk. Membaca informasi tersebut membantu orang tua membuat pertimbangan yang lebih menyeluruh.
Sesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan anak
Kebutuhan nutrisi setiap anak dapat berbeda sesuai usia, pola makan sehari-hari, kondisi kesehatan, dan tahap tumbuh kembang. Susu pertumbuhan dapat menjadi bagian dari asupan anak, tetapi bukan pengganti makanan utama dengan gizi seimbang.
Konsultasi dengan dokter anak disarankan apabila anak memiliki kondisi tertentu, seperti alergi, intoleransi, gangguan pencernaan, berat badan yang sulit naik, atau masalah tumbuh kembang.
AceKid Diperkenalkan di Indonesia
Dalam konteks edukasi membaca label tersebut, FEIHE International bersama MAKUKU memperkenalkan AceKid di Indonesia. Produk susu formula pertumbuhan anak itu membawa pesan mengenai transparansi komposisi, bahan baku, dan proses produksi.
Pendiri sekaligus CEO FEIHE International Leng Youbin menyatakan peluncuran AceKid di Indonesia menjadi bagian dari upaya perusahaan menyediakan pilihan nutrisi anak sekaligus memberikan edukasi mengenai komposisi dan sumber bahan baku.
Menurut keterangan perusahaan yang dimuat Hello Sehat, AceKid menggunakan natural whole milk atau susu segar sebagai bahan dasar utama dari sumber yang dapat ditelusuri. Produk tersebut menggunakan sistem pemrosesan one-step fresh. Formulasinya disebut tidak menggunakan tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, maupun perisa sintetik.
Pada momentum peluncurannya di Indonesia, AceKid juga menerima Top Innovation Choice Award 2026 untuk kategori “Susu Formula yang Terbuat dari Natural Whole Milk dengan Sumber Susu yang Dapat Ditelusuri”.
FEIHE Paparkan Rekam Jejak Riset
Senior Scientist FEIHE International Yang Zhang, Ph.D. menyebut rekam jejak ilmiah perusahaan menjadi salah satu dasar dalam pengembangan produknya.
Berdasarkan keterangan perusahaan, FEIHE menjalankan lebih dari 40 program riset nasional dan menghasilkan 117 publikasi ilmiah yang terindeks SCI. Perusahaan juga menyatakan memiliki 847 paten, telah menyelesaikan 12 uji klinis, serta berkontribusi dalam penyusunan 66 standar industri.
Meski demikian, informasi mengenai riset dan inovasi bukan satu-satunya hal yang perlu dipertimbangkan orang tua. Komposisi produk, izin edar, label halal, kesesuaian dengan usia, serta rekomendasi tenaga kesehatan bagi anak dengan kebutuhan khusus tetap perlu diperhatikan.
Membaca label juga tidak berarti orang tua harus menguasai seluruh istilah nutrisi. Beberapa langkah dasar dapat dilakukan, seperti mengecek bahan pertama dalam komposisi, memeriksa gula tambahan, melihat izin edar, serta memastikan produk sesuai dengan usia anak.
Sumber turut mengingatkan bahwa ASI tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada awal kehidupan. Pemberian produk nutrisi anak perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan masing-masing anak serta dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan jika diperlukan.




















