scroll untuk melanjutkan membaca
Justra.id – Faktual, Independen, Adil dan Tajam
Justra.id – Faktual, Independen, Adil dan Tajam
Justra.id – Faktual, Independen, Adil dan Tajam
Justra.id – Faktual, Independen, Adil dan Tajam
Kesehatan

Dokter Ungkap Kesalahan Menurunkan Berat Badan, dari Diet Ekstrem hingga Obat Sembarangan

×

Dokter Ungkap Kesalahan Menurunkan Berat Badan, dari Diet Ekstrem hingga Obat Sembarangan

Sebarkan artikel ini
Dokter Ungkap Kesalahan Menurunkan Berat Badan, dari Diet Ekstrem hingga Obat Sembarangan - justra.id
Dokter Ungkap Kesalahan Menurunkan Berat Badan, dari Diet Ekstrem hingga Obat Sembarangan - justra.id
Justra.id – Faktual, Independen, Adil dan Tajam

Keinginan menurunkan berat badan dengan cepat dapat mendorong seseorang menjalani pola diet yang terlalu ketat. Spesialis gizi klinis Rumah Sakit Brawijaya dr Prinindita Artiara Dewi, SpGK mengingatkan cara tersebut justru dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan.

Prinindita menyebut salah satu kesalahan menurunkan berat badan adalah memangkas asupan secara ekstrem. Contohnya makan hanya sekali sehari atau menghilangkan karbohidrat dan hanya mengonsumsi protein.

Advertisement
Justra.id – Faktual, Independen, Adil dan Tajam
JUSTRA.ID

Kesalahan Menurunkan Berat Badan yang Perlu Dihindari

Prinindita menjelaskan tubuh tetap membutuhkan beragam zat gizi. Karbohidrat menjadi salah satu sumber energi, sedangkan protein berfungsi sebagai zat pembangun. Tubuh juga membutuhkan lemak, serat, serta zat gizi dari sayur dan buah.

Kesalahan lain adalah menggunakan obat penurun berat badan secara sembarangan, terutama produk yang tidak mendapat persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Prinindita mencontohkan adanya obat yang telah ditarik dari peredaran sejak 2010 tetapi menurutnya masih ditemukan di pasaran.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati membeli obat pelangsing secara online. Menurutnya, obat tertentu dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan, termasuk risiko penyakit jantung. Ia menyebut penelitian menemukan kenaikan sebesar 16 persen dan kondisi komplikasi sebelum obat tersebut akhirnya ditarik dari peredaran.

Justra.id – Faktual, Independen, Adil dan Tajam
Justra.id – Faktual, Independen, Adil dan Tajam
Justra.id – Faktual, Independen, Adil dan Tajam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 4   +   6   =  

Justra.id – Faktual, Independen, Adil dan Tajam
Justra.id – Faktual, Independen, Adil dan Tajam